Mengisi Acara Di Stikes Maharatu Soekarno-Hatta Kampus I
Hai pembaca..
Postingan kali ini aku sedikit curhat. Hehehehe :D
Orang-orang banyak mengartikan musik secara tekstual seperti musik adalah suara yang mempunyai nada dan irama atau apalah. Tapi pembaca, menurutku musik itu adalah sebagian dari kehidupan yang tidak dipisahkan. Dengan nada-nada dari musik, aku bisa merasakan masa depan. Dengan musik, aku bisa merasakan keindahan dunia. Dengan musik aku bisa menciptakan sebuah lagu yang indah dan bisa menghibur banyak orang.
Layaknya seorang seniman, aku mengartikan musik itu sebagai suatu keharusan untuk menemani hidup. Bukan hanya menjadi pengiring jalan, tetapi juga melekat di badan. Aku dapat bercerita melalui musik dan menciptakan lagu. Aku dapat menuangkan seluruh perasaanku didalam musik.
Tapi walaupun aku mencintai musik seperti itu, bukan berarti aku menyembahnya. Aku sebagai pencinta seni, juga mempunyai Tuhan yang Esa. Allah SWT membimbing jalanku untuk berkarya di musik. Menciptakan lantunan nada dikepalaku sebagai inspirasiku.
Aku juga ingin mewujudkan mimpi-mimpiku seperti Mr. Assyari Abdullah pada postinganku sebelumnya. Aku ingin menjadi orang yang berguna bagi orang banyak dan menjadi orang yang menjunjung tinggi agamaku. Tapi jalannya berbeda. Aku ingin sekali mewujudkannya melalui musik ini.
Begitulah singkatnya musik menurutku. Kalau ada yang ingin bertanya-tanya, bisa langsung menghubungiku lewat facebook, twitter, ataupun email : evanradcliffe@gmail.com
See you next post :)
Memang
tidak mudah untuk menuliskan kehidupan nyata seseorang. Pada tulisan kali ini,
saya akan mencoba menghibur pembaca dengan kisah-kisah menarik dari seorang
yang saya kagumi. Tulisan ini bukan untuk menyombongkan seseorang. Tapi karna
penulis mengagumi sosok inspirasi tersebut, makanya banyak menceritakan hal-hal
dari sisi menakjubkannya beliau.
Banyak
hal yang ingin diceritakan pada tulisanku kali ini. Tapi harap dimaklumi jika aku tidak pandai menuangkannya dalam postingan inikarna aku memang bukan seorang penulis yang handal. Memang tidak banyak yang bisa aku tuangkan ditulisan, tetapi menurutku ini memang sangat menginspirasi sekali. Beliau adalah seorang yang
sangat visioner. Beliau tidak pernah mengenal lelah untuk mengejar mimpinya.
Memang bukan seseorang yang sempurna. Beliau juga bukan pula seseorang yang
diharapkan banyak orang. Tetapi, kelebihannya mampu menutupi kekurangannya.
Beliau merupakan seorang dosen yang tak pernah mengeluh saat dirinya susah.
Beliau selalu ceria dan tidak pernah terlihat murung. Walaupun kadang
menjengkelkan, hal jengkel itulah yang membuat orang lain merindu pada dirinya.
Nama
beliau adalah Assyari Abdullah. Dia sering disapa dengan sebutan "Assyari" atau dengan panggilan "Ari". Untuk menjadi seorang dosen, beliau masih terbilang muda. Dapat kita lihat dari umurnya yang memang masih muda. Beliau lahirdi desa Tanjung Alai kecamatan XIII Koto Kampar Tanggal 10 Mei 1986 dari pasangan "Abdullah dan Rozaimah". Seseorang yang sangat visioner dan
mempunyai ambisi yang kuat untuk mengejar mimpi-mimpinya. Sebagai seorang bujangan, beliau yang cukup mapan ini tidak
pernah mengeluh untuk mengurus semua yang seharusnya bukan menjadi tanggung
jawabnya.
Sedikit
yang saya tahu karna juga saya mengorek-ngorek privasi beliau.Beliau adalah
seorang yang sangat tekun dalam belajar dan bercita-cita mulia, yaitu untuk
menjadi orang yang berguna bagi orang banyak dan agamanya.
Dari
kecil beliau sudah di didik untuk mandiri oleh kedua orang tuanya. Dia tumbuh
menjadi seorang yang pekerja keras dan gigih. Kisahnya yang menurut saya sangat
dramatis dan jarang dilakukan anak zaman sekarang, adalah ketika dia harus
membanting tulang sepulang sekolah dulu agar dapat memenuhi kebutuhannya
sehari-hari. Sebagai seorang tamatan pesantren, beliau juga telaten dalam
mengaji. Beliau sempat mengajar ngaji dengan honor 12000 rupiah seminggu. Dan
dia berhenti ketika honor tersebut ngadet bayarnya.
Yang
pernah diceritakannya kepada saya, beliau sebagai anak pertama mempunyai rasa
tanggung jawab yang penuh terhadap adik-adiknya. Itulah salah satu alasannya
tidak mempunyai banyak hal seperti rumah, mobil dan sebagainya sampai sekarang.
Apabila diperhatikan, saya dapat melihat kesuksesan beliau dalam mencari
materi. Tetapi saya tidak pernah melihatnya memamerkan harta bendanya layaknya
manusia pada umumnya yang suka memamerkan materi kepada orang lain. Tapi malah
kesederhanaan pada dirinya yang saya lihat.
Inilah sedikit rekam jejak beliau
yang sangat visioner dan mungkin akan menginspirasi bagi orang banyak... Cekidott...
Assyari Abdullah saat memberikan kata Sambutan pada Acara Seminar "Media Massa dan Eksploitasi Perempuan"
Beliau SaatMenjadi Pembicara.
Masih banyak hal yang bisa kita lihat dari sosok inspirator tersebut. Selain menjadi orang yang smart, ramah, murah senyum dan pekerja keras. Tetapi itu semua tidak menjadikannya sosok yang berbangga diri, melainkan dengan kisah perjalanan hidupnya ini, dia ingin memberikan inspirasi kepada orang-orang yang diberitahunya. Dia ingin sekali banyak orang yang bisa meneruskan jejak hidupnya yang tidak mudah menyerah. Bukan hanya tidak mudah menyerah, tetapi juga berjuang sampai titik darah penghabisan. Hal itu yang saya membuat saya takjub terhadap dirinya. Tidak pernah mau meninggikan dirinya sendiri. Tetapi tetap memotivasi orang lain dan terus memotivasi.
Semoga postingan saya kali ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Jika ada kesalahan dalam penulisan, itu hal yang wajar untuk manusia. Karna kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Terimakasih Kepada Mr. Assayari Abdullah, S.Sos., M.I.Kom atas bimbingannya dan inspirasinya..
Entah darimana aku harus
memulainya, karna aku bukan penulis yang baik. Ini rekaan hidupku saja. Melodi menjadi nadi di dalam darahku. Hal-hal yang tidak mungkin
bisa terjadi di hidupku jika aku melantunkan nada-nada. Memang belum sempurna,
tetapi aku selalu mencoba menjadi seperti yang diinginkan orang banyak.Untuk
dapat menghibur penikmat musik di jagat raya.
Pada tulisan kali ini aku
menceritakan profil melodiku. Aku dilahirkan ke dunia ini dengan nama
"ELVRAN". Awalnya, ayahku memberi tambahan nama "ALAWI"
setelah nama "ELVRAN" untuk dicantumkan di akte kelahiranku. Tapi
entah salah dimana, kata ayahku kesalahan orang yang mengetik akte meninggalkan
nama belakangku. Jadinya, di akte ku tercantum hanya nama "ELVRAN"
saja. Tapi nama sehari-hari yang aku pakai adalah "ELVRAN AL-AWI".
Nama ini sudah dikenal orang banyak, apalagi di jagat maya.
Awalnya aku tidak ingin
memposting profilku ini. Dalam rangka memenuhi syarat untuk mendapatkan nilai
ujian akhir mata kuliah cyber PR di kuliahku, terpaksa aku menceritakan
profilku yang terkesan agak sombong ini. Hehehe...
Begini ceritanya..
Awalnya aku mencintai dunia musik, berawal dari umurku 12 Tahun. Ketika itu,
aku duduk di bangku kelas 6 SD. Aku menyukai style orang yang menghibur ketika
bernyanyi, bermain gitar, bermain drum, atau alat lainnya yang mengindahkan
musik tersebut.
Aku mulai mempelajari
musik sedikit demi sedikit. Gitar yamaha KW super seharga 100.000 rupiah pun
terbeli untuk memenuhi hasratku untuk bermusik. Dalam tempo 3 hari, aku
berhasil menguasai gitar sambil bernyanyi. Waktu itu, perjuanganku dihalangi
oleh cemoohan orang yang mengatakan aku tidak pandai bermain gitar atau suaraku
tidak enak untuk didengar atau jelek. Aku sempat down dan turun mental untuk
meneruskan perjuanganku di musik. Alhasil, aku vakum dari dunia musik. Haha, ya
namanya juga masih anak-anak dan gampang down kalau di cemooh. Aku vakum selama
beberapa bulan.
Hitungan bulan, aku sudah
naik ke kelas 1 SMP. SMPN 3 Pekanbaru tempat aku beranjak dewasa. Aku mulai
mengenal banyak teman dan banyak juga yang pandai memainkan alat-alat musik.
Aku mulai kembali memainkan gitar KW-ku. Sempat aku memainkan gitar di depan
teman-teman SMP ku. Mereka mengajakku bergabung ke dalam sebuah band. Waktu
itu, kami menunjuk seseorang yang paling mahir dalam memainkan alat musik
sebagai ketuanya. Namanya Erick Oldbrader. Aku bangga bisa bertemunya, karna
darinya aku banyak belajar musik. Dia yang paling pandai bermain musik, dan
suaranya yang halus dan bagus menjadikanku semangat kembali bermusik.
Singkat cerita, aku
sampai pada perpisahan SMP. Waktu itu, band kami yang kami namai dengan
mengambil nama belakang ketua kami, yaitu "brader" sukses dalam
penampilan kami. Suara teriakan memeriahkan dan sangat mendukung penampilan
kami. Waktu itu, lagu pop D'masiv dan Krispatih kami bawakan untuk menghibur
orang-orang di situ.
Selang waktu berjalan,
aku duduk di bangku SMA. Baru saja aku duduk di bangku SMA, aku ditawari masuk
ke dalam band lain. Jadi ceritanya, karna aku jarang ketemu lagi dengan teman
band lama ku, aku juga memutuskan untuk mengikut masuk ke dalam band baru ku
ini. Belum sempat naik ke kelas 2 SMA, kami melakukan rekaman untuk ikut
memeriahkan acara indomie jingle dare. Nasib yang belum beruntung menjadikan
kami tidak ikut seleksi ke tahap selanjutnya. Voice Notes menjadi pengenal band
kami di sekolahan. Cukup tenar di sekolah pada waktu itu.
Sampailah aku duduk di
bangku kelas 2 SMA. Aku mulai mengenal yang namanya dunia maya. Aku jadi sering
bolos sekolah untuk bermain game online yang ada di warung internet. Aku sampai
tidak masuk 2 bulan tanpa keterangan menyelingi hari-hari sekolah. Orang tuaku pun
di panggil ke sekolah. Hampir saja aku tidak bisa menduduki bangku sekolah
lagi. Ibaratnya, darahku tinggal satu tetes terakhir lagi untuk dapat mengikuti
belajar mengajar di SMA ku itu. Aku tidak fokus lagi kedalam band ku. Aku sibuk
dengan membenahi jalanku menjadi siswa yang baik.
Singkat cerita, aku naik
kelas 3. Semester 1 aku lalui dengan nilai rapor yang memuaskan. Aku kembali
asik ngeband dan belajarku jalan terus. Aku mendalami aksiku bermain bass dalam
full band ataupun akustikan. Aku ikut perlombaan-perlombaan yang sempat aku
menangi beberapa kali. Yang sangat disayangkan, aku tidak mengabadikan moment
tersebut. Ada sih yang mengabadikannya, tapi tidak pernah sampai ke tanganku
filenya. Hingga perpisahan SMA ku datang, aku mengisi acara beberapa kali
sebagai pemain gitar sekaligus menyanyi. Moment itu tidak aku lewatkan, aku
mengabadikannya.
Hingga sekarang, aku
sering berpartisipasi untuk mengcover lagu. Karna sekarang aku lebih tertarik
pada dunia tarik suara, dan masih tetap bermusik. Aku sering mengisi acara juga
dengan teman-temanku, mengcover lagu dengan teman-temanku. Tapi aku selalu menjadi backing vokal dan belum terlalu berani mengekspos suaraku yang belum punya karakter menurutku. Hal lain dari diriku, aku mencintai musik seperti tidak dapat melepaskannya dari pikiranku. Yang menariknya, aku susah tidur bila aku belum memainkan gitar ataupun mendengarkan musik terlebih dahulu. Aku ingin sebagai musisi handal agar dikenal banyak orang. Hobi ku yang ini tidak bisa dipungkiri lagi bahwa aku tidak akan terpisahkan olehnya seperti lebah dan madu. Hehehe... Akhir-akhir ini aku sering mengcover lagu untuk menuangkan perasaanku kedalam musik. Seperti mengalir didalam nadiku, lantunan musik itu tidak dapat terpisahkan dari diriku. Kapan pun aku ingin mengcover lagu, aku lakukan saja dan aku jadikan koleksiku. Ini dia coveran lagu aku :D
Ini foto aku waktu di studio, di ambilin temen :v hehehe
Ini aku tunjukkan sedikit
1 cover lagu dari teman ngumpulku yang sekarang.
Fajar Akustik - Aku
Lelakimu (COVER)
Memang tidak seberapa,
tapi aku masih suka mendalami aksiku dalam bermusik.
Mohon dukungannya dari
teman-teman pembaca ;)
Mudah-mudahan kita bisa menuangkan hobby kita semua sebagai penghasil yang baik hahaha :D
Sedikit lagi cerita dariku, mungkin aku memang bukan seorang musisi yang handal. Tapi aku ingin dan akan mengejar mimpi-mimpiku agar membanggakan keluargaku.
Terimakasih aku ucapkan kepada pembaca, keluarga yang selalu mendukung semua mimpiku untuk jadi nyata, kepada Dosen Mr. Assyari Abdullah yang telah membimbing dan berbagi pikiran tentang kehidupannya yang susah payah juga dihadapinya sehingga menjadi seperti sekarang ini, kepada teman-teman yang sudah aku anggap sebagai saudara dan juga terimakasih kepada semua yang selalu setia mendukung hidupku menjadi lebih sempurna.
Semoga kita semua bisa menjunjung tinggi mimpi-mimpi kita ^_^