Memang
tidak mudah untuk menuliskan kehidupan nyata seseorang. Pada tulisan kali ini,
saya akan mencoba menghibur pembaca dengan kisah-kisah menarik dari seorang
yang saya kagumi. Tulisan ini bukan untuk menyombongkan seseorang. Tapi karna
penulis mengagumi sosok inspirasi tersebut, makanya banyak menceritakan hal-hal
dari sisi menakjubkannya beliau.
Banyak
hal yang ingin diceritakan pada tulisanku kali ini. Tapi harap dimaklumi jika aku tidak pandai menuangkannya dalam postingan ini karna aku memang bukan seorang penulis yang handal. Memang tidak banyak yang bisa aku tuangkan ditulisan, tetapi menurutku ini memang sangat menginspirasi sekali. Beliau adalah seorang yang
sangat visioner. Beliau tidak pernah mengenal lelah untuk mengejar mimpinya.
Memang bukan seseorang yang sempurna. Beliau juga bukan pula seseorang yang
diharapkan banyak orang. Tetapi, kelebihannya mampu menutupi kekurangannya.
Beliau merupakan seorang dosen yang tak pernah mengeluh saat dirinya susah.
Beliau selalu ceria dan tidak pernah terlihat murung. Walaupun kadang
menjengkelkan, hal jengkel itulah yang membuat orang lain merindu pada dirinya.
Nama
beliau adalah Assyari Abdullah. Dia sering disapa dengan sebutan "Assyari" atau dengan panggilan "Ari". Untuk menjadi seorang dosen, beliau masih terbilang muda. Dapat kita lihat dari umurnya yang memang masih muda. Beliau lahir di desa Tanjung Alai kecamatan XIII Koto Kampar Tanggal 10 Mei 1986 dari pasangan "Abdullah dan Rozaimah". Seseorang yang sangat visioner dan
mempunyai ambisi yang kuat untuk mengejar mimpi-mimpinya. Sebagai seorang bujangan, beliau yang cukup mapan ini tidak
pernah mengeluh untuk mengurus semua yang seharusnya bukan menjadi tanggung
jawabnya.
Sedikit
yang saya tahu karna juga saya mengorek-ngorek privasi beliau. Beliau adalah
seorang yang sangat tekun dalam belajar dan bercita-cita mulia, yaitu untuk
menjadi orang yang berguna bagi orang banyak dan agamanya.
Dari
kecil beliau sudah di didik untuk mandiri oleh kedua orang tuanya. Dia tumbuh
menjadi seorang yang pekerja keras dan gigih. Kisahnya yang menurut saya sangat
dramatis dan jarang dilakukan anak zaman sekarang, adalah ketika dia harus
membanting tulang sepulang sekolah dulu agar dapat memenuhi kebutuhannya
sehari-hari. Sebagai seorang tamatan pesantren, beliau juga telaten dalam
mengaji. Beliau sempat mengajar ngaji dengan honor 12000 rupiah seminggu. Dan
dia berhenti ketika honor tersebut ngadet bayarnya.
Yang
pernah diceritakannya kepada saya, beliau sebagai anak pertama mempunyai rasa
tanggung jawab yang penuh terhadap adik-adiknya. Itulah salah satu alasannya
tidak mempunyai banyak hal seperti rumah, mobil dan sebagainya sampai sekarang.
Apabila diperhatikan, saya dapat melihat kesuksesan beliau dalam mencari
materi. Tetapi saya tidak pernah melihatnya memamerkan harta bendanya layaknya
manusia pada umumnya yang suka memamerkan materi kepada orang lain. Tapi malah
kesederhanaan pada dirinya yang saya lihat.
Inilah sedikit rekam jejak beliau
yang sangat visioner dan mungkin akan menginspirasi bagi orang banyak...
Cekidott...
Cekidott...
![]() | |
| Assyari Abdullah saat memberikan kata Sambutan pada Acara Seminar "Media Massa dan Eksploitasi Perempuan" |
Beliau Saat Menjadi Pembicara.
Masih banyak hal yang bisa kita lihat dari sosok inspirator tersebut. Selain menjadi orang yang smart, ramah, murah senyum dan pekerja keras. Tetapi itu semua tidak menjadikannya sosok yang berbangga diri, melainkan dengan kisah perjalanan hidupnya ini, dia ingin memberikan inspirasi kepada orang-orang yang diberitahunya. Dia ingin sekali banyak orang yang bisa meneruskan jejak hidupnya yang tidak mudah menyerah. Bukan hanya tidak mudah menyerah, tetapi juga berjuang sampai titik darah penghabisan. Hal itu yang saya membuat saya takjub terhadap dirinya. Tidak pernah mau meninggikan dirinya sendiri. Tetapi tetap memotivasi orang lain dan terus memotivasi.
Semoga postingan saya kali ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Jika ada kesalahan dalam penulisan, itu hal yang wajar untuk manusia. Karna kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Terimakasih Kepada Mr. Assayari Abdullah, S.Sos., M.I.Kom atas bimbingannya dan inspirasinya..
Sampai jumpa di postingan saya berikutnya :)








0 komentar:
Posting Komentar